subuh berjama’ah dan gowes perdana pada era new normal

pada hari Rabo tanggal 8 Juli 2020 telah dilakukan Subuh berjama’ah dan gowes bersama Bupati Ponorogo

Jaga fisik dan fisikis untuk meningkatkan imunitas tubuh agar sehat Lahiriyah dan Batiniyyah anda ingat i’tanim khomsan qobla khomsin

عن نبي ص م. قال: اعتنم خمسا قبا خمس سبابك قبل هرمك وصحاتك قبا سقاطك وغناك قبل فقرك وفرغك قبل شغلك وحباتك قبل موتك

Dari Nabi Sww bersabda Jaga Lima perkara sebelum datangnya lima perkara :

  1. Jaga muda sebelum tuamu
  2. jaga kaya sebelum miskinmu
  3. jaga sempat sebelum kesibukanmu
  4. jaga sehat sebelum sakitmu
  5. . jaga hidup sebelum matimu
Demikian juga Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam menanggulangi covid -19 setelah beberapa bulan tidak dilaksanakan subuh berjama’ah dan gowes kini mulai dilakukan subuh berjama’ah dan gowes bersama pelaksaksanaan tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam pandemi covid-19 guna menjaga imunitas tubuh baik fisik maupun fisikis serta edukasi pada masyarakat.

pelaksanaan subuh berjama’ah di Masjid Baitul Mukhlisin Desa Tugurejo Kecamatan Sawoo Kbupaten Ponorogo pada hari Rabu tanggal 8 Juli 2020 berikut rekaman sambutan takmir Masjid Bpk. Mohammad Yani Khotib dan sambutan Bupati Ponorogo membahas perkembangan covid 19 di Kabupaten Ponorogo.

kemudian perkembangan covid- 19 disiang ini Rabo 08 Juli 2020 di Kabupaten Ponorogo
berukut arahan Bupati Ponorogo dikutip dari media Sosial Wa
*10 KASUS BARU COVID19, RS MULAI PENUH, PERINGATAN UNTUK KITA LEBIH DISIPLIN PROTOKOL KESEHATAN*

Assalamualaikum Wr. Wb. Warga Ponorogo yang saya cintai, hari ini saya kabarkan,

Menyusul 1 temannya yang lebih dulu dinyatakan positif COVID19, hari ini 6 orang santri PP Gontor 2 dinyatakan positif COVID19. Pasien ini berasal dari berbagai daerah, antara lain :

– 2 orang dari Makassar (Sulawesi Selatan) – 1 orang dari Manado (Sulawesi Utara) – 1 orang dari Banjar (Kalimantan Selatan) – 1 orang dari Ternate (Maluku Utara) – 1 orang dari Gowa (Sulawesi Selatan)

Mereka datang ke Ponorogo sekitar 3 minggu yang lalu ke Ponorogo untuk melakukan ujian masuk pondok Gontor. Mereka datang dengan membawa surat keterangan kesehatan tapi tanpa disertai hasil rapid test. Saat pengumuman penerimaan, mereka dinyatakan diterima di Pondok Gontor Cab. Ternate. Untuk persyaratan perjalanan ke Ternate, tgl 2 Juli mereka melakukan pemeriksaan RDT dan dinyatakan reaktif, dan setelah dilakukan pemeriksaan PCR hari ini dinyatakan positif. Selanjutnya mereka akan diisolasi di RSUD dr. Harjono.

Selain 6 kasus tersebut, terdapat juga 4 kasus tambahan positif lainnya, antara lain :

  1. Perempuan, usia 20 tahun, berasal dari Joresan (Mlarak). Dia adalah anak dari pasien konfirm no. 46 yang sudah meninggal. Setelah bapaknya meninggal, Dinkes melakukan tracing terhadap kontak eratnya, dan hari ini anak perempuannya dinyatakan positif. Sementara 2 anggota keluarga yang lain hasil pemeriksaan PCR belum keluar.
  2. Anak Perempuan, 9 tahun, alamat Patihan Kidul (Siman). Dia adalah anak dari pasien no. 49, bagian dari hasil tracing kasus Ronowijayan.
  3. Perempuan, usia 27 tahun, asal Bedrug (Pulung). Dia adalah petugas CS di Bandara Juanda Surabaya. 2 minggu yang lalu datang ke Ponorogo. Tgl 3 Juli melakukan RDT untuk mau kembali ke Sby dan didapatkan hasil reaktif. Hari ini keluar hasil PCR positif. Saat ini sedang dilakukan tracing kontak erat.
  4. Perempuan, usia 25 tahun, asal Lengkong (Sukorejo). Dia melakukan pemeriksaan PCR atas permintaan sendiri untuk keperluan pergi ke Papua, dan hasilnya hari ini dinyatakan Positif . Saat ini sedang dilakukan tracing kontak erat.
Dengan kejadian ini, marilah kita semua mengambil pelajaran dan hikmah. Utamanya bagi pesantren2 lain, ternyata rapid test sangat penting untuk dilaksanakan sbg screening / deteksi awal status COVID19 dari masing-masing santri, ustadz ataupun penghuni pondok lainnya. Surat keterangan sehat tanpa disertai rapid test tdk mampu menunjukkan bahwa terindikasi ada infeksi COVID19 atau tidak dalam tubuh seseorang.
Hampir semua penemuan kasus positif diawali dengan rapid test, jadi penting sekali rapid bagi siapapun yang datang dari zona merah. Terbukti juga dengan 80 persen yangg terkonfirmasi positif di Ponorogo saat ini datang dari zona merah. Teruntuk masyarakat Ponorogo pada umumnya, nampaknya saat ini penambahan kasus semakin banyak. *Rumah Sakit mulai penuh sehingga hari ini sudah ada pasien konfirm yang dipindahkan ke rumah karantina.* Mari semakin waspada. Mari saling menjaga. Mari saling mengingatkan.

Lakukan protokol kesehatan sebagai budaya sehari – hari.

  1. sering cuci tangan pakai sabun
  2. pakai masker ketika berada di tempat umum dan berinteraksi dg org lain
  3. jaga jarak minimal 1 meter saat berinteraksi dg org lain
  4. tingkatkan imunitas tubuh dg olahraga dan gembira

berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT Data kasus covid19 di Kab. Ponorogo per hari ini :

  • Total = 66
  • sembuh = 32
  • isolasi RS = 29
  • isolasi mandiri = 2
  • meninggal = 3
  • Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua. Aamiin YRA.
  • Wassalamualaikum Wr. Wb. Ponorogo, 8 Juli 2020

Bupati Ponorogo

 
 
Ipong MS,
foto kegiatan
sawoopo

About Kecamatan Sawoo

Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo Propinsi Jawa Timur Republik Indonesia