Upacara Peringatan Hari Pahlawan Kecamatan sawoo 2019

 

 UPACARA PERINGATAN HARI PAHLAWAN

Di Kecamatan Sawoo Dilakukan pada HARI MINGGU TANGGAL 10 NOVEMBER 2019 bertempat di RUMAH SINGGAHAN PANGLIMA BESAR JENDERAL SOEDIRMAN

DESA NGINDENG KEC. SAWOO KAB. PONOROGO

  1. WAKTU DAN TEMPAT
  1. Hari : Minggu
  2. Tanggal                                             : 10 November 2019
  3. Pukul                                                 : 07.30 WIB; dan
  4. Tempat                                               : Halaman Rumah Singgahan Panglima Besar Jenderal Soedirman

  1. PEJABAT-PEJABAT UPACARA
  2. Inspektur Upacara : Camat Sawoo;
  3. Cadangan Inspektur Upacara       : Ketua 2 DHC 45 Kab. Ponorogo;
  4. Komandan Upacara : Anggota Koramil 0802/14 Sawoo;
  5. Cadangan Komandan Upacara : Anggota Polsek Sawoo;
  6. Perwira Upacara : Suparlan (Anggota DHC 45 Kab. Ponorogo);
  7. Cadangan Perwira Upacara : Mansur (Anggota DHC 45 Kab. Ponorogo);
  8. Pembawa Acara                               : Sertu (K) Pipit Sandra Dewi;
  9. Cadangan Pembawa Acara : PNS Rina Aksa; dan
  10. Ajudan : PNS Kec. Sawoo/DHC 45 Kab. Ponorogo
  11. KESATUAN-KESATUAN UPACARA
  12. Kompi I : 3 Peleton (MAHASISWA, PURNA PASKIBRA);
  13. Kompi II             : 3 Peleton (KEPEMUDAAN, SMK N, MAN);

c          Kompi III                                             : 3 Peleton (SMP N 1, SMP N 2, SMP N 3) dan

  1. Kompi IV : 3 Peleton (SMP N 4, SMP N 5, Mts).
  2. PERSONEL UPACARA LAINNYA
  3. Pengibar Bendera Merah Putih    : 3 Orang mantan Paskibra Kec.Sawoo;
  4. Pembaca Pembukaan UUD’45 : Trimo (Anggota LVRI Kab. Ponorogo;
  5. Pembaca Kata-kata Mutiara : PNS Rina Aksa: dan
  6. Pembaca Do’a : KH. Imam Affandi.
5.         PAKAIAN
  1. Inspektur Upacara                        : PDU;
  2. Komandan Upacara : PDL;
  3. Pejabat Danki                         : PDL;
  4. Mahasiswa/Pelajar                          : Seragam Sekolah;
  5. Kepemudaan : Seragam Organisasi
  6. Pok. Pramuka : Seragam Pramuka;
  7. Pok. Pengibar Bendera : PDL;
  8. Pembaca UUD 1945 : Seragam Organisasi;
  9. Pembaca Kata-Kata Mutiara : Seragam Dinas, dan
  10. Pembaca Do’a : Seragam Organisasi..
  11. PERSENJATAAN
  12. Komandan Upacara                                    : Tidak bersenjata; dan
  13. Pejabat Danki                                   : Tidak bersenjata..
  14. PERLENGKAPAN

 

  1. Bendera Merah Putih                     : DHC 45 Kab. Ponorogo;
  2. Mimbar Irup                                       : Kec. Sawoo Kab. Ponorogo;
  3. Teks Pancasila                                 : DHC 45 Kab. Ponorogo;
  4. Teks UUD Negara RI tahun 1945 : DHC 45 Kab. Ponorogo;

e          Teks Do’a                                          : DHC 45 Kab. Ponorogo;

  1. Teks Kata-kata Mutiara                   : DHC 45 Kab. Ponorogo; dan
  2. Sound system : Kepala Desa Ngindeng.

  1. URUTAN UPACARA
  2. Acara Persiapan

1)         Persiapan pasukan;

2)         Komandan Upacara memasuki lapangan Upacara; dan

3)         Komandan Upacara mengambil alih pimpinan pasukan.

 

  1. Acara Pendahuluan

1)         Laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara; dan

2)         Inspektur Upacara tiba di lapangan Upacara, pasukan disiapkan.

  1. Acara Pokok

1)         Penghormatan pasukan;

2)         Laporan Komandan Upacara;

3)         Pengibaran Sang Merah Putih;

4)         Mengheningkan cipta dipimpin oleh Inspektur Upacara;

5)         Pembacaan Teks Pancasila oleh Inspektur Upacara, ditirukan seluruh peserta upacara;

6)         Pembacaan Pembukaan UUD Negara RI tahun 1945 (dibacakan oleh Bapak Trimo menghadap ke depan Irup);

7)         Pembacaan Pesan-pesan Pahlawan (dibacakan oleh PNS Rina Aksa dari tempat pembawa acara/samping);

8)         Amanat;

9)         Pembacaan Do’a (dibacakan oleh KH. Imam Affanadi dari tempat pembawa acara);

10)      Andhika Bhayangkari;

11)      Laporan Komandan Upacara; dan

12)      Penghormatan Pasukan.

  1. Acara Penutup

1)         Upacara selesai, Inspektur Upacara meninggalkan lapangan Upacara;

2)         Laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara; dan

3)         Pasukan diistirahatkan.

 

 

 

  1. Persiapan Pasukan.
  2. Komandan Upacara memasuki lapangan Upacara.
  3. Inspektur Upacara tiba di lapangan Upacara.
  4. Penghormatan pasukan.
  5. Laporan Komandan Upacara.
  6. Pengibaran Sang Merah Putih .
  7. Mengheningkan cipta dipimpin oleh Inspektur Upacara.
  8. Pembacaan Teks Pancasila oleh Inspektur Upacara, ditirukan seluruh

peserta Upacara.

  1. Pembacaan Pembukaan UUD 1945.
  2. Pembacaan kata-kata mutiara atau Pesan-pesan Pahlawan.
  3. Amanat.
  4. Pembacaan Do’a.
  5. Andhika Bhayangkari.
  6. Laporan Komandan Upacara.
  7. Penghormatan Pasukan.
  8. Upacara selesai, Inspektur upacara meninggalkan lapangan Upacara
  9. Pasukan diistirahatkan

foto dukumen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PESAN-PESAN PERJUANGAN ATAU KATA-KATA MUTIARA

DARI PARA PAHLAWAN NASIONAL

–           Pesan Pahlawan Nasional Panglima Besar Jenderal Soedirman :

“Tempat saya yang terbaik adalah di tengah-tengah anak buah. Saya akan

meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus”.

 

–           Pesan Pahlawan Nasional Prof. Dr. Moh. Yamin, SH :

‘Cita-cita persatuan lndonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar

didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita

sendiri’.

 

–           Pesan Pahlawan Nasional Supriyadi :

‘Kita yang berjuang jangan sekali-sekali mengharapkan pangkat, kedudukan

ataupun gaji yang tinggi”.

 

–           Pesan Pahlawan Nasional Prof. Abdul Muis :

“Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika

memang mau berjuang”.

 

–           Pesan Pahlawan Nasional Pengeran Sambernyowo KGPAA Mangkunegoro I

– Rumongso melu handarbeni (merasa ikut memiliki).

– Wajib melu hangrungkebi (wajib ikut mempertahankan).

– Mulat sariro hangroso wani (mawas diri dan berani bertanggung jawab).

 

–           Pesan Pahlawan Nasional Pattimura :

“Pattimura-Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Paftimura-Pattimura muda

akan bangkit”.

 

–           Pesan Pahlawan Nasional Nyi Ageng Serang:

“Untuk keamanan dan kesentausaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada

Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan

terperosok hidupnya dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena

Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugrah yang tak ternilai

hargannya’.

 

–           Pesan Pahlawan Nasional Prof. Dr. R. Soeharso :

“Right or Wrong is my country, lebih-lebih kalau kita tahu negara kita dalam

keadaan bobrok, maka justru saat itu pula kita wajib memperbaikinya”.

 

–           Pesan Pahlawan Nasional Teuku Nyak Arif :

“lndonesia merdeka harus menjadi tujuan hidup kita bersama”.

 

–           Pesan Pahlawan Nasional Sllas Papare :

“Jangan sanjung aku, tetapi teruskanlah perjuanganku”

 

Bung Tomo :

“Jangan memperbanyak lawan, tetapi perbanyaklah kawan,,.

‘Selama banteng-banteng lndonesia masih mempunyai darah merah yang dapat

membikin secarik kain putih merah dan putih, maka selama itu pula tidak mengenal

menyerah kepada siapapun juga,,.

Gubernur Suryo :

‘Berulang-ulang telah kita katakan, bahwa sikap kita ialah lebih baik hancur

dari pada dijajah kembati’.

 

Ir. Soekarno :

‘Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Dan

berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,’.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya,.

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak

dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka,,.

 

Moh. Hatta :

“Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi sematamata

untuk membela cita-cita’.

“Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin

pudar persatuan dan kepedulian, lndonesia hanyalah sekedar nama dan gambar

seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek teihadap

bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara, merusak dan

mencuri kekayaan lbu Pertiwi”.

 

R.A. Kartini :

“Tahukah engkau semboyanku? Aku malu 2 patah kata yang ringkas itu sudah

berapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan

kesusahan. Kata “Aku tidak dapat!” melenyapkan rasa berani. kalimat,,Aku malu,,

membuat kita mudah mendaki puncak gunung”.

PESAN-PESAN PERJUANGAN ATAU KATA-KATA MUTIARA

DARI PARA PAHLAWAN NASIONA

  1. Pesan Pahlawan Nasional Nyi Ageng Serang :

“Untuk keamanan dan kesentausaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tak ternilai harganya“.

  1. Pesan Pahlawan Nasional Jenderal Sudirman :

“Tempat saya yang terbaik adalah di tengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan, Met of zonder Pemerintah, TNI akan berjuang terus“.

  1. Pesan Pahlawan Nasional Prof. Dr. R. Soeharso :

“Right or Wrong is my country, lebih-lebih kalau kita tahu negara kita dalam keadaan bobrok maka justru saat itu pula kita wajib memperbaikinya“.

  1. Pesan Pahlawan Nasional Prof. Dr. Moh. Yamin, SH :

“Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri”.

  1. Pesan Pahlawan Nasional Supriyadi :

“Kita yang berjuang jangan sekali-sekali mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi”.

  1. Pesan Pahlawan Nasional Teuku Nyak Arif :

“Indonesia merdeka harus menjadi tujuan hidup kita bersama”.

  1. Pesan Pahlawan Nasional Prof. Abdul Muis :

“Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang”.

  1. Pesan Pahlawan Nasional Pangeran Sambernyowo KGPAA Mangkunegoro I :
  • Rumongso melu handarbeni (Merasa ikut memiliki).
  • Wajib melu hangrukebi (Wajib ikut mempertahankan).
  • Mulat Sariro hangroso wani (Mawas diri dan berani

bertanggung jawab).

DO’A HARI PAHLAWAN TAHUN 2019

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa,

Kami, persembahkan Puji Syukur kehadirat-Mu atas rahmat dan karunia-Mu, pada hari ini, kami sempat menyelenggarakan upacara bendera untuk memperingati hari pahlawan, semoga acara ini mendapat curahan rahmat dan ridho-Mu.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang.

Kami memohon kepada-Mu ya Allah, terimalah persembahan dharma bhakti mereka, tidak saja sebagai pengabdian kepada tanah air, bangsa dan Negara, tetapi juga sebagai pengabdian dan ibadah kepada-Mu. Sesuai dengan janji-Mu, lipatkanlah pahala mereka, curahkanlah rahmat dan ampunan-Mu kepada mereka dan terimalah mereka disisi-Mu.

Ya Allah Tuhan Yang Maha Kuasa,

Jadikanlah kami sebagai anak bangsa yang pandai mensyukuri nikmat-Mu dan tahu menghargai serta berterima kasih kepada para pahlawan serta jauhkan diri kami dari sifat dan perilaku yang tercela.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Memberi Petunjuk,

Sadarkan hati kami, bahwa kemerdekaan yang kami nikmati hari ini adalah hasil jerih payah, cucuran keringat dan tetesan air mata serta tumpahan darah para pahlawan. Oleh karena itu ya Allah, tunjukkan kami kepada jalan yang benar, jalan yang telah ditempuh oleh para pahlawan kami dan berilah kekuatan dan petunjuk-Mu dalam melanjutkan perjuangan mereka untuk mewujudkan cita-cita para pendahulu kami dalam melanjutkan pembangunan bangsa kami.

Ya Allah, Yang Maha Bijaksana,

Jadikanlah kesempatan memperingati hari pahlawan ini sebagai momentum untuk semakin merekatkan rasa kesatuan dan persatuan bangsa kami, dalam rangka untuk meningkatkan kesetiakawanan sosial nasional.

Ya Allah Yang Maha Pengampun,

Ampunilah dan maafkanlah keqilafan dan dosa kami, para pemimpin kami, kedua orang tua kami, guru kami serta para syuhada dan pahlawan kami.


sawoopo

About Kecamatan Sawoo

Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo Propinsi Jawa Timur Republik Indonesia