Sosialisasi SK NO 333/2021 Drjen KSDAE

Pada tanggal 17 November 2021 dilakukan Sosialisasi Surat Keputusan Dirjen KSDAE  Kementeriasn Lingkungan Hidup dan Kehutanan tanggal 29 Juli 2021 Nomor 333/2021 Bertempat di Balai Desa Prayungan Kecamatan Sawoo Oleh Yayasan Reyog Ponorogo.

Berdasarkan SK Dirjend KSDAE Tanggal 29 Juli 2021 Nomor : SK.333/KSDAE/SET.3/KSA.2/7/2021 Tentang Pemberian Perizinan Berusaha Peragaan Satwa Liar Yang Dilindungi Undang-Undang Kepada Koperasi Produsen Yayasan Reyog Ponorogo Untuk Kepentingan Kesenian dan Budaya Tradisional Asli Indonesia serta dalam upaya menindaklanjuti surat Dirjend KSDAE telah  diselenggarakan Sosialisasi kepada Grup-grup Reyog se Kecamatan Saswoo dan Sambit  Kabupaten Ponorogo pada hari Rabu Tanggal 17 November 2021 bertempat di Balai Desa Prayungan Kecamatan Sawoo, dilakukan oleh Yayasan Reyog Ponorogo  adapun group Reyog yang ada di kecamatan Sawoo yang telah masuk di berita acara SK Dirjen KSDAE No  333/2021 DAFTAR NAMA SAWOO   hadir pada acara tersebut Ketua Yayasan Reyog Ponorogo beserta Pengurusnya Kepala Bidang Kebudayaan Dinas budParpora Ponorogo Pengurus Yayasan Reyog Kecamatan Sawoo dan Sambit Camat Sawoo dan sambit Kepala Desa se Kecamatan Sawoo dan Sambit Ketua Group Reyog se Kecamatan Sawoo dan Sambit

POKOK-POKOK DARI KEPUTUSAN DİREKTUR JENDERAL KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM DAN EKOSİSTEM TENTANG PEMBERIAN PERIZINAN BERUSAHA PERAGAAN SATWA LIAR YANG DILINDUNGI UNDANGUNDANG KEPADA KOPERASI PRODUSEN YAYASAN REYOG PONOROGO UNTUK KEPENTINGAN KESENIAN DAN BUDAYA TRADISIONAL ASLI INDONESIA

NOMOR : 333Æ 5DAE/ .3/KSA.2/7/ 2021

TENTANG

PEMBERIAN PERIZINAN BERUSAHA PERAGAAN SATWA LIAR YANG DILINDUNGI UNDANG-UNDANG KEPADA KOPERASI PRODUSEN YAYASAN REYOG PONOROGO UNTUK KEPENTINGAN KESENIAN DAN BUDAYA TRADISIONAL ASLI INDONESIA

 

Memberikan Perizinan Berusaha Peragaan Satwa Liar Yang Dilindungi uNDANG-UNDANG  Kepada Koperasi Produsen Yayasan Reyog Ponorogo Untuk Kepentingan Kesenian dan Budaya Tradisional Asli Indonesia.
Satwa Liar Yang Dilindungi Undang-Undang sebagaimana dimaksud amar kesatu berupa:

  1. Kulit Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) pada Caplokan Reyog sebanyak 500 (lima ratus) unit;
  2. Opsetan Merak Hijau (Pavo muticus) yang digunakan pada Dhadhak sebanyak 221 (dua ratus dua puluh satu) unit;
  3. Bulu Merak Hijau (Pavo muticus) yang digunakan pada Dhadhak sejumlah 467 (empat ratus enam puluh tujuh) unit;
  4. Bulu Merak Biru (Pavo cristata) yang digunakan pada Dhadhak sejumlah 69 (enam puluh sembilan) unit.
Bagian-bagian satwa liar yang dilindungi undang-undang sebagaimana dimaksud Amar KEDUA adalah milik Negara yang dikelola Koperasi Produsen Yayasan Reyog Ponorogo dan apabila sewaktu-waktu diperlukan, Pemerintah dapat mengambil dan menghentikan peragaan satwa dimaksud.
Peragaan satwa liar yang dilindungi undang-undang sebagaimana dimaksud pada Amar KETIGA, hanya dapat dilakukan oleh anggota Koperasi Produsen Yayasan Reyog Ponorogo untuk tujuan pelestarian kesenian dan budaya tradisional asli Indonesia.
Koperasi Produsen Yayaşan Reyog Ponorogo sebagaimana dimaksud dalam Amar KESATU berhak untuk memperagakan satwa yang dilindungi dan atau bagian-bagiannya sesuai ketentuan dalam perizinan berusaha peragaan ini.
KEWAJIBAN  : Koperasi Produsen Yayasan Reyog Ponorogo berkewajiban:

Memelihara dan merawat serta menjaga keamanan spesimen satwa liar yang diperagakan;

  1. Menyiapkan dana untuk pengangkutan dan pemeliharaan spesimen satwa liar yang diperagakan;
  2. Membayar iuran/pungutan spesimen satwa liar yang dilindungi undangundang yang diperagakan sesuai ketentuan perundang-undangan;
  3. Menyediakam tenaga khusus untuk memelihara/merawat spesimen satwa liar yang diperagakan;

LARANGAN :

Koperasi Produsen Yayasan Reyog Ponorogo sebagaimana dimaksud Amar KESATU dilarang melakukan kegiatan :
  1. Memperjual belikan spesimen satwa liar yang dilindungi undang-undang yang diperagakan
  2. Melakukan kegiatan kornersil atas perizinan berusaha ini.
  3. Mengalihkan izin kepada pihak ketiga atau pihak lain tanpa persetujuan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan cq Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.
  4. Membuat menambah Caplokan atau Dhadak baru dengan menggunakan satwa liar dan atau bagian-bagian sawa liar yang dilindungi undangundang untuk pembuatan Reyog Ponorogo diluar dari Reyog yang sudah ada sesuai Berita Acara Pemeriksaan oleh Balai Beşar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur Nomor BA21/K2/ BKWl/KSA’8/2020 tanggal 24 Agustus 2020.

Materi  :

  1. TINDAK LANJUT SK 333 TH 2021 DIRJEN KSDAE
  2. Sambutan Kepala ksdae cabang madiun
  3. group reyog Kecamatan Sawoo  hasil surve 2020 group reyog di Kecamatan Sawoo

foto

About Kecamatan Sawoo

(1. ) Kecamatan Sawoo dibentuk dalam rangka meningkatkan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat desa dan Kelurahan, dipimpin oleh camat yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati Ponorogo melalui Sekretaris Daerah. (2) Camat melaksanakan tugas yang dilimpahkan oleh bupati untuk melaksanakan sebagian Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan kabupaten : a. menyelenggarakan urusan Pemerintahan umum; b. mengoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat; c. mengoordinasikan upaya penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum; d. mengoordinasikan penerapan dan penegakan Perda dan Peraturan Bupati; e. mengkoordinasikan pemeliharaan prasarana dan sarana umum; f. mengoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan yang dilakukan oleh Perangkat Daerah di tingkat kecamatan; g. membina dan mengawasi penyelenggaraan kegiatan desa dan kelurahan; h. melaksanakan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan kabupaten yang tidak dilaksanakan oleh unit kerja Pemerintahan Daerah kabupaten yang ada di kecamatan; i. melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh peraturan perundang-undangan. (3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2), camat menyelenggarakan fungsi : a. pemberian supervisi dan pembinaan dalam penyusunan rencana strategis kecamatan sebagai dasar penyusunan rencana kerja kecamatan dan rencana anggaran kecamatan; b. pelaksanaan tugas – tugas pembinaan wilayah; c. pelaksanaan koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah dan instansi vertikal di wilayah kerjanya; d. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perencanaan dengan satuan kerja perangkat daerah dan instansi vertikal di wilayah kerjanya; e. pelaksanaan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan kecamatan; f. pelaporan penyelenggaraan pemerintahan kecamatan kepada Bupati; g. melaksanakan pelayanan masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsinya; dan h. pelaksanaan tugas – tugas lain yang diberikan oleh Bupati. (4) Camat dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) dibantu oleh perangkat kecamatan. Perangkat Kecamatan, terdiri dari : 1. Sekretariat Kecamatan; 2. Seksi Tata Pemerintahan; 3. Seksi Pemberdayaan Masyarakat; 4. Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum; 5. Seksi Kesejahteraan Masyarakat; 6. Seksi Pelayanan Umum; dan 7. Kelompok Jabatan Fungsional. Kecamatan Sawoo memiliki wilayah kerja 14 Desa Yakni : 1. Desa Tumpuk 2. Desa Pangkal 3. Desa Tumpakpelem 4. Desa Tempuran 5. Deasa sriti 6.. Desa Temon 7. Desa Sawoo 8. Desa Prayungan 9. Desa Tugurejo 10. desa Grogol 11. desa Kori 12. Desa Ketro 13. Desa Bondrang 14. Desa Ngindeng Batas Wilayah Kerja sebelah Utara : Kecamatan Mlarak, Kecamatan Sooko Sebelah Selatan : Kabupaten Trenggalek Sebelah Timur : Kabupaten Trenggalek Sebelah Barat : Kecamatan sambit

View all posts by Kecamatan Sawoo →